Fireball Soccer: Olahraga Unik dari Indonesia


Tampaknya sepak bola biasa bisa terasa membosankan. Setidaknya, itulah kesan yang saya dapatkan setelah menemukan permainan serupa seperti Footdoubleball, Cycle Ball, atau Burton-on-the-Water. Tambahan terbaru dalam daftar permainan yang membuat sepak bola tampak mudah adalah tradisi Indonesia yang membuat orang menendang bola api dalam perayaan Ramadan. Ini disebut Sepak Bola Api dan biasanya dirayakan di daerah Yogyakarta, Bogor, Tasikmalaya, dan Papua di kepulauan Asia Tenggara.

Apa Itu Sepak Bola Api?

Sepak Bola Api, seperti permainan sepak bola biasa, dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain. Tujuannya adalah menendang bola dan mencetak gol ke gawang lawan. Namun, yang membuat permainan ini menantang adalah bola yang digunakan dalam kondisi menyala dan pemain bermain tanpa alas kaki.

Sebagaimana dapat dibayangkan, bola sepak biasa tidak akan bertahan lama jika dibakar. Oleh karena itu, Sepak Bola Api dimainkan dengan bola khusus yang terbuat dari batok kelapa. Batok kelapa yang digunakan harus tua dan kering. Triknya adalah menghilangkan sekitar 0,5 cm dari kulit luar batok, lalu meratakannya dengan pisau. Cairan di dalam kelapa harus dikeluarkan dan batoknya dilubangi dengan ujung pisau, kemudian bola tersebut direndam dalam minyak tanah atau minyak petroleum. Menurut beberapa sumber, bola harus direndam selama tujuh hari, sementara yang lain mengklaim hanya 30 menit sudah cukup untuk membuatnya tetap menyala sepanjang pertandingan.

Selain pertandingan itu sendiri, ritual sebelum pertandingan juga sangat penting bagi para pemain. Selain kekuatan fisik dan keterampilan, pemain Sepak Bola Api juga perlu melatih spiritual mereka dan menjalani ritual khusus yang konon membuat mereka kebal terhadap api. Mereka berpuasa selama 21 hari sebelum pertandingan besar, membaca aurad-aurad (doa-doa khusus), menghindari makanan yang dimasak dengan api dan yang mengandung unsur kehidupan, dan menjalani “matigeni” (puasa sehari semalam tanpa tidur). Setelah menjalani semua tahap ini, para pemain tidak lagi takut pada api sehingga mereka bermain tanpa alas kaki dan bahkan menggunakan tubuh dan kepala mereka untuk menangani bola.

Sepak Bola Api adalah contoh sempurna dari bagaimana tradisi dan budaya dapat menggabungkan elemen olahraga dengan ritual spiritual yang mendalam. Ini adalah olahraga yang tidak hanya menguji kekuatan fisik dan keterampilan pemain, tetapi juga kekuatan mental dan spiritual mereka.